BIDANG PERTANIAN

Desa Ronggo miliki wilayah pertanian dengan luas 237 ha dari luas wilayah 795 ha dimana dari luasan lahan tersebut hasil pertanian dapat dikatakan cukup surpus untuk kebutuhan mandiri warganya. Salah satu andalan pertanian di desa ronggo adalah tanaman padi cabai jagung dan bawang merah.selain tanaman pokok pedesaaan juga terdapat tanaman tebu untuk kebutuhan pabrik.

Sebagian besar  masyarakat Desa memiliki mata pencaharian sebagai petani. Sehingga terdapat banyak komoditas yang mereka tanam sesuai dengan kebutuhan mereka.Pola tanam pertanian sangat beragam ada yang pola tanam secara monokultur ada juga yang pola tanam secara polikultur. Pola tanam merupakan suatu urutan tanam pada sebidang lahan dalam satu tahun. Pola tanam terbagi dua yaitu pola tanam monokultur dan pola tanam polikultur. Pola tanam monokultur adalah pola tanam dengan menanam tanaman sejenis. Misalnya sawah ditanami padi saja, jagung saja, atau kedelai saja. Tujuan menanam secara monokultur adalah meningkatkan hasil pertanian. Sedangkan pola tanam polikultur ialah pola tanam dengan banyak jenis tanaman pada satu bidang lahan yang terusun dan terencana dengan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik, termasuk proses pengolahan tanah. Di Desa Ronggo sendiri untuk komoditas sayuran seperti bayem  pada umumnya menggunakan pola tanam monokultur sedangkan untuk komoditas jagung menggunakan pola tanam polikultur dengan tanaman sela kacang tanah. dimana tanaman jagung  sebagai tanaman border (tanaman pelindung). Jenis tanaman yang menggunakan pola tanam monokultur lainnya adalah padi, cabai, ketela. Dalam hal penyediaan bibit dan pupuk para petani masih mengandalkan toko pertanian yang ada di Kecamatan Jaken. Walaupun sebagian petani padi memakai produk benih hasil penangkaran warga sendiri.

Untuk mendukung kegiatan dan pengetahuan para petani di Desa Ronggo , Petani bergabung dalam kelompok tani. Peran Kelompok Tani sebagai wadah para petani untuk  berdikusi mengenai permasalahan pertanian mereka, Hasil pertanian padi di desa Ronggo banyak di konsumsi sendiri artinya hasil pertanian mereka tidak secara komersil di jual langsung habis Melainkan disimpan untuk kebutuhan di musim mendatang.Tetapi untuk komoditas diantaranya terung, tomat, jagung, ketela pohon dan bawang, hasil panennya selain untuk konsumsi pribadi juga untuk dijual kepada pedagang pasar maupun pedagang dengan sistemnya borongan.

Catatan : dimusim penghujan volume panen padi di desa ronggo secara keseluruhan mencapai 1600 ton per musim

Facebook Comments